Rabu, 07 Maret 2012

Kerajaan Trumon dan Benteng Kuta Batee

Memiliki cap sikureng (cap sembilan) dan mata uang sendiri yang di akui dunia, membuat kerajaan Trumon dikenal bangsa Asia dan Eropa. Bahkan mempunyai armada dagang bernama Diana dan Le-Xemie yang membawa lada ke Penang, India dan Timur Tengah.

Henurut H. Muhammad Said, dalam bukunya Aceh Sepanjang Abad, dijelaskan, kerajaan Trumon didirikan Tengku Djakfar atau lebih dikenal dengan sebutan Teuku Raja Singkil sekitar abad ke - 18. Beliau putra dari Ja Johan, salah satu keturunan Ja Thahir dari Bagdad yang menetap di Batee, Pidie. Tengku Djakfar adalah murid dari Tengku di Anjong Peulanggahan.

Setelah belajar dan memperdalam agama Islam, beliau di utus gurunya untuk berangkat ke sebelah Barat Aceh.  Tengku Djakfar, memilih Ujong Serangga, Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya, sebagai tempat mengembangkan ilmunya.

Di Ujong Serangga, Tengku Djakfar mengajar agama Islam, hingga pada akhirnya memperoleh gelar labai (tengku atau ulama). Beberapa tahun di Ujong Serangga, labai Djakfar, begitu dia dipanggil, melanjutkan perjalannya ke Singkil dan menetap di sana.

Sekitar tahun 1780, Tengku Djakfar mulai menata dan membangun Trumon. Beliaulah yang menjadi penguasa dan raja pertama di daerah yang terkenal dengan penghasil lada pada saat itu.

Nama Trumon, konon bermula sewaktu Tengku Djakfar membuka perkebunan lada di daerah sebelah utara Singkil. Pada saat itu, beliau menemukan sebuah sumur tua dan ditepinya terdapat sebatang terung, yang dalam bahasa Aceh disebut “ Trueng Bineimon”. Sejak itulah, daratan tersebut terkenal dengan nama Trumon.

Puncak kejayaan kerajaan Trumon, dicapai dibawah pemerintahan Teuku Raja Fansury Alamsyah atau lebih dikenal dengan Teuku Raja Batak. Beliau merupakan raja ketiga, menggantikan ayahnya, Teuku Raja Bujang, yang sebelumnya menerima tahta dari kakeknya ( Tengku Djakfar), yang tak lain adalah pendiri kerajaan Trumon.

Menurut beberapa sumber, pada masa Teuku Raja Batak inilah Benteng Kuta Batee dibangun. Benteng ini, selain berfungsi sebagai pertahanan ketika diserang musuh (penjajah), juga digunakan sebagai pusat pengendalian pemerintahan oleh raja. Di dalamnya juga terdapat istana raja dan sebuah gudang tempat menyimpan barang-barang penting milik kerajaan.

Luas benteng tersebut, sekitar 60x60 meter dengan tinggi sekitar empat meter.Tebal dindingnya mencapai satu meter dengan tiga lapisan. Bagian luar terbuat dari batu bata, kemudian pasir setebal 30 senti meter dan bagian dalam dari batu bata tanah liat.

Di sekeliling benteng, juga terdapat balai sidang. Balai ini biasanya digunakan untuk rapat atau sidang-sidang adat kerajaan yang dipimpin langsung oleh raja. Selain itu, juga terdapat rumah sula (penjara) sebagai tempat bagi yang divonis hukuman mati.

Bukti lain yang membuat kerajaan Trumon terkenal, karena salah satu diantara sembilan kerajaan di Aceh yang memiliki cap sikureng (sembilan). Di samping itu, kerajaan Trumon juga memiliki mata uang sendiri sebagai alat tukar yang sah, bukan saja di akui di Aceh, tapi juga diakui dunia.

Di mata dunia, Asia dan Eropa, Trumon sangat dikenal. Ini disebabkan perdagangan lada yang berkembang pesat saat itu. Bahkan kerajaan Trumon mempunyai armada dagang yang diberi nama Diana dan La-Xemie yang membawa lada ke Penang, India dan Timur Tengah

Kesultanan Trumon, merupakan bagian dari kerajaan Batak yang di akuisisi oleh kesultanan Aceh setelah rajanya masuk Islam.Itu dapat dilihat dari bendera kerajaan Trumon yang menjadi cikal bakal bendera yang dipakai Sisingamangaraja XII (dua belas).

Kerajaan Batak Sisingamangaraja VII, diduga masih memiliki hubungan dengan kerajaaan di Singkil, khusunya kerajaan Trumon. Sebelum di akui oleh kerajaan Aceh, kerajaan Trumon merupakan provinsi  dari Kesultanan Barus.

Ketika bencana tsunami melanda Aceh, 26 Desember 2004 lalu, meluluhlantakkan sebagian wilayah Aceh. Trumon, juga menjadi salah satu sasaran dari bencana tersebut. Namun, benteng Kuta Batee selamat dari ancaman tsunami.

Padahal, benteng tersebut hanya terletak sepuluh meter dari bibir pantai. Menurut sumber masyarakat di sana, konon, beredar kabar ini sebuah keajaiban dan tidak masuk akal. Karena, disaat air laut naik setinggi dua meter, justeru tidak masuk ke dalam benteng tersebut. Bisa saja air masuk lewat pintu atau jendela benteng.

Di sisi lain, rumah dan bangunan toko yang berada di sekitar benteng hancur porak-poranda dihamtam gelombang tsunami. Masyarakat beranggapan, benteng tersebut luput dari bencana, disebabkan berkat do’a raja-raja Trumon yang terkenal alim dan heroik.

Read more: http://www.atjehcyber.net/2011/06/kerajaan-trumon-dan-benteng-kuta-batee.html

JANGAN LUPA